
Di urutan teratas ada kelas pejabat yang posisinya tentu tak bisa diganggu gugat.
Di peringkat kedua kelas konglomerat.
Inilah kelas yang memiliki dana raksasa dan pengaruh yang kuat.
Dan, kelas yang paling bawah ditempati oleh rakyat.
Sebagian besar rakyat negeri ini semenjak dulu telah terbiasa melarat.
Seperti sebuah tangga, kesenjangan kelas sosial itu tentu saja berbeda tingkat. Persaingan antarkelas takkan pernah terjadi
karena hidup ini sama sekali bukanlah panggung Srimulat.
Rakyat jangan sok-sokan menggugat pejabat dan konglomerat.
Rakyat mesti sadar bahwa dunia tidak adil
karena aturan main yang berlaku adalah ”siapa cepat, dia dapat”.
Dua kelas teratas yang unggul terus-menerus
sejak era Orde Baru adalah pejabat dan konglomerat.
Mereka yang paling kuat dan
—saking bahagianya—
sering berdoa mudah-mudahan dunia tidak akan pernah kiamat.
Mereka sudah terlalu lama berkuasa dan terasa seperti telah berabad-abad.
Hati nurani mereka telah lama hilang,
hanya menyisakan kebiasaan nekat dan mudarat.
Setiap pejabat selalu menganggap penampilan dirinya nyaris tanpa cacat.
Si pejabat juga merasa dirinya sangat hebat dalam semua urusan.
Pidato politik dan ekonominya dia nilai sangat memikat hati rakyat.
Si pejabat pandai berdebat dan janji-janjinya serba hebat.
Saking kagumnya,
mulut si rakyat menganga besar
sampai tak sadar bahwa ternyata ia sudah menelan seekor lalat.
Si pejabat berjanji tidak akan berkunjung ke luar negeri dalam waktu tertentu. Namun, ternyata dia melanglang buana
seperti burung yang sudah tak mau lagi menclok di darat.
Kelas konglomerat dan pejabat senantiasa berhubungan erat.
Mereka berdua ibarat sepasang suami-istri
yang baru menjalani bulan madu ke Eropa Barat.
Kelas konglomerat memiliki hobi menyuap atau menyogok para pejabat.
Tujuan mereka tentu untuk mendapatkan proyek infrastruktur, mulai dari membangun jalan tol sampai rumah untuk rakyat.
Kasihan si rakyat tak pernah mendapat tempat.
”Kok hidupku susah amat?”
demikian keluh si rakyat melarat.
Sudah banyak pejabat Orde Reformasi yang benar-benar kelewatan
karena tega-teganya mengorupsi Dana Abadi Umat (DAU).
Rakyat sering menyumpahi pejabat agar kualat,
tetapi tampaknya pejabat memang tak pernah tobat.
Kalau masuk ke pengadilan,
anak-anak bekas pejabat tidak boleh dijatuhi hukuman penjara yang terlalu berat.
Padahal, mereka menghilangkan nyawa manusia
dengan menyewa pembunuh bayaran
atau
ketika dalam keadaan mabuk berat.
Kalau konglomerat koperasi diadili,
vonis pengadilan dengan mudah bisa disunat.
Waktu pejabat mau dijebloskan penjara
ia malahan berpura-pura badannya tidak sehat.
Kalau rakyat mencuri ayam atau sepeda motor diadili,
dunia mereka pasti serasa telah kiamat.
Rakyat biasanya pasrah dan hanya menggumam, ”Ya, apa boleh buat....”
TAK perlu marah kalau rakyat ingin mengkritisi pejabat di negeri ini.
Setiap kritik bertujuan memperbaiki nasib rakyat di republik ini.
Tidak semua pejabat yang tidak tahu diri.
Amat banyak pejabat yang bekerja keras dan mau mengorbankan diri.
Nah, amati baik-baik malapetaka demi malapetaka yang terjadi akhir-akhir ini. Semua bencana itu membuat hati rakyat menjadi sedih.
Badan rasanya tidak enak setiap kali habis bangun pagi.
Lidah sudah terlalu kelu untuk menikmati secangkir kopi.
Pikiran kita kehilangan orientasi.
Apalagi setelah selesai menyantap isi koran
atau
sehabis menyaksikan tayangan berita pagi di televisi.
Berita hangat terakhir
adalah mengenai korupsi dana untuk ibadah haji.
Ternyata banyak sekali pejabat kita yang menikmati DAU
secara sembunyi-sembunyi.
Sementara rakyat kalau menunaikan ibadah haji
membayar dengan uang sendiri.
Rakyat yang sudah bergelar haji telah telanjur ikhlas
karena toh uang mereka tidak akan pernah kembali.
Padahal,
kesulitan hidup menempa rakyat hampir setiap hari.
Anda pasti bosan mengingat-ingat deretan bencana dan wabah
yang datang bertubi-tubi dan tanpa permisi.
Namun, tampaknya pejabat tidak pernah tahu diri.
Sementara di Tangerang ada wabah muntaber,
di silang Monas malah ada yang berpesta dengan kembang api.
Pejabat mengajak masyarakat bersama menghemat energi
meskipun harga BBM sudah naik berkali-kali.
Rakyat pun segera bisa memahami.
Pejabat nomor satu ternyata sering berselisih paham
dengan pejabat nomor dua,
namun rakyat sudah tidak peduli.
Pejabat atasan menyita kaset rekaman pejabat bawahan,
rakyat merasa khawatir kondisi politik sudah tidak lagi terkendali.
Beberapa mantan pejabat berkumpul untuk membahas nasib bangsa ini.
Eh, ada yang curiga seolah-olah pertemuan itu mesti diwaspadai.
Sebentar lagi pejabat yang satu itu akan pergi ke luar negeri lagi.
Mulut rakyat pun akan menganga dan kemasukan lalat kembali.
Pejabat sering mengimbau agar rakyat jangan begitu
dan seharusnya begini.
Rakyat rasanya sih langsung mengerti.
Pejabat minta rakyat menghemat listrik yang tarifnya mahal sekali.
Rakyat pun segera peduli.
Pejabat mau menjual potensi minyak bumi di Blok Cepu ke Amerika Serikat (AS), rakyat saling bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi?
Pejabat mau membangun jalan-jalan tol dengan modal Perpres No 36/2005,
maka tanah rakyat digusuri.
Pejabat sering mematut diri.
Rakyat sabar, rela berkorban, dan selalu berbesar hati.
Ah, lebih baik sajak ini saya akhiri. Nanti ada yang sakit hati lagi. (e-mail: bas2806@kompas.com)
Berapa umur anda saat ini? 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan?
Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.
Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai
ibu rumah tangga, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.
Seperti... maaf dikejar anjing... kita memulai hari yang baru.
Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa.
Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap
anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus
kita hadapi di kantor. Atau bagi pelajar dan mahasiswa, ketegangan
mengikuti kuliah atau mata pelajaran adalah santapan sehari-hari.
Tak terasa, siang menjemput..."Waktunya istirahat, makan-makan."
Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu.
Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan.
Matahari sudah berada tepat diatas kepala. Panas betul hari ini...
Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...
Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk.
Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai.
Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...
Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah.
Gelap mulai menjemput.
Lelah sekali hari ini. Pekerjaan di kantor banyak.
Sekarang jalanan macet.
Kapan saya sampai di rumah.
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.
Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...
Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera,
dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.
Waktunya makan malam tiba.
Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita.
"Ohh..ada sop ayam" . "Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali".
Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan Ibunya.
Itu juga kan yang sering kita lakukan.
Pasti lah..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV dan akhirnya tertidur.
Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap.
Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.
Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.
Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita
tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan,
minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama.
Hanya rutinitas...sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas.
Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai istri kita, suami kita,
orang tua kita, dan anak-anak kita, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Kuasa.
Kehidupan adalah ... dll.
Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda?
Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda korbankan untuk sebuah rutinitas belaka?
Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin
1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.
Hanya Tuhan yang tahu...
Pandanglah disekeliling kita... ada segelintir orang yang membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita.
Anak-anak yang selalu merindukan waktu untuk bermain dengan orang tuanya.
Suami atau istri yang membutuhkan waktu untuk saling berbagi.
Orang tua yang selalu menanti kunjungan anak dan cucunya.
Serta Tuhan yang setia menanti Ucapan Syukur dari bibir kita.
Bersyukurlah setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Berbagilah dengan setiap orang.
Cintailah suami, istri, orang tua dan anak-anak kita dengan tulus dan ikhlas.
Buatlah hidup ini untuk melayani sesama.
Tidak kah anda ingat kalimat ini?
Kami percaya bahwa hidup adalah untuk dinikmati, setiap manusia adalah
untuk dikasihi, benda-benda adalah untuk digunakan dan kesempatan adalah untuk dibagikan.
Kami percaya bahwa sikap memperhatikan dan saling membagi adalah cara
terbaik untuk menuju kemajuan, kebahagiaan, dan kesejahteraan dalam suatu ekonomi yang bebas.
Secara singkat "HIDUP ADALAH UNTUK MENGASIHI DAN MELAYANI."
Tetaplah untuk terus MENGASIHI DAN MELAYANI...
Karena kita akan menemukan ARTI KEHIDUPAN YANG SESUNGGUHNYA... ARTI
KEHIDUPAN YANG TERAMAT LUAS DAN DALAM.
H.O.L.L.A.N.D
Hope Our Love Lasts And Never Dies
I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You
L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also
F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End
C.H.I.N.A.
Come Here..... I Need Affection
B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always
N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers
I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration
K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing
C.A.N.A.D.A.
Cute And Naughty Action that developed into attraction
K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity
E.G.Y.P.T.
Everything's Great, You Pretty Thing !
M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always
P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone... Remember Us
T.H.A.I.L.A.N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull
J.A.K.A.R.T.A.
Jambret Aya Koruptor Aya Rampok Teh Ayaoge
Aku tahu, ya aku tahu !
Jika aku keluar, sungai menelanku.
Inilah takdirku: hari ini aku pasti mati !
Tapi tidak, kekuatan jiwa 'kan mengatasi segalanya.
Ada beribu rintangan. Kuakui itu.
Tak 'kan aku keluar.
Jika harus mati, biarlah terjadi di gua ini.
Peluru, apakah yang dapat ia lakukan jika takdirku
Adalah mati tenggelam ?
Tapi, 'kan kukalahkan takdir itu.
Kekuatan jiwa 'kan mengalahkannya.
Mati? Tentu saja !
Tapi ditembusi peluru, dirobek bayonet ? TIDAK !
Tenggelam, TIDAK !
Kenangan 'kan mencatat namaku abadi
Aku melawan !
Aku mati melawan !
Ditulis pada 17 Januari 1947 saat Che Guevara berusia 18 tahun.
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya ...
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu
dan kamu MASIH menunggunya dengan setia ...
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata
'Aku turut berbahagia untukmu"
Apabila cinta tidak berhasil ...
BEBASKAN dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ...
Ingatlah ...
Bahwa kamu mungkin menemukan cinta
dan kehilangannya ..
tapi.. ketika cinta itu mati ...
kamu tidak perlu MATI bersamanya ...
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang...
MELAINKAN mereka yang tetap berdiri tegap ketika mereka jatuh ...
Entah bagaimana..
dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri ...
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya terjadi ...
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan
kehidupan yang telah kamu buat.
ada yg hilang
senyum mu...
tawa mu...
semua kecerewetan kamu...
ada yg hilang
pelukan mu...
ciuman bibir mu...
dan desah nafas mu...
setahun yang lalu... kisah ini dimulai
dan beberapa waktu silam
kisah ini berakhir sepihak...
satu yg tidak akan berakhir...
rasa ini terhadapmu...
(teruntuk seorang bernama wiwie)
My Post
My Archieve
|September 2004|October 2004|June 2005
My Friends
|id-blogshares| MediaCare| aRi LogMalam|
My Community